422-628-1-SM.pdf

 

Media Gizi Masyarakat Indonesia, Vol.1,No.2, Februari 2012 : 65-70

 

66

Prediabetesberarti kadar gula darahlebih tinggidari natural, tapibelumcukuptinggisehingga harus diklasifikasikansebagaidiabetes tipe 2.  Namun,tanpa intervensi, prediabeteskemungkinan untuk menjadidiabetes tipe 2dalam 10tahun atau kurang. Danjika seseorang memilikiprediabetes, kerusakanjangka panjangdari diabetes(terutama untukjantung dansistem peredaran darah)mungkin sudahterjadi.

3,4

Prediabetes adalah mereka yang tergolong

 Impaired Fasting Glucose

(IFG) atau Gula Darah Puasa Terganggu (GDPT), dan

 Impaired Glucose Tolerance

(IGT) atau Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Pada sebagian dari mereka ini juga telah didapatkan kelainan seperti yang ditemukan pada Diabetes Mellitus yakni kelainan mikrovaskular.Prediabetesmerupakantahap  peralihandariperubahan metabolisme glukosaantarakadar glukosanormal dandiabetes.

5,6

Prediabetesditentukandengan menggunakanglukosaplasma puasa(FPG) atau toleransiglukosa verbal(TTGO). FPGseringdilakukansetelah  puasasemalamsetidaknya8jam, sedangkanOGTT diukursetelah puasasemalam dan75g glukosadilarutkan dalam weather minum.Prediabetesdidefinisikan sebagaiFPGantara 100-125mg/dldanatau 2jamTTGO, nilaiFPGdiantara140-199mg/dl.

 American  Diabetes Association

(ADA) danWHOmemiliki definisi yang berbedadariIFG. ADAmendefinisikanIFGdengan menggunakannilai antara100-125mg/dl, sementara WHOmenggunakannilai antara110-125mg/dl.

7,8

Prediabetes merupakan faktor risiko yang kuat terhadap Diabetes Mellitus, yang pada gilirannya akan menampilkan komplikasi yang kompleks dan multipel. Pada dasarnya, seluruh komplikasi ini  berawal dari kerusakan baik mikro maupun makrovaskular, sedangkan penyebab kematian tersering adalah penyakit kardiovaskular (makrovaskular).

5,9s

 Sebagian besar morbiditas dan mortalitas pada diabetes tipe 2 muncul dari komplikasi jangka  panjang.Maka, deteksi dini dan pencegahan diharapkan dapat memberi keuntungan pada setiap individu dari segi sosial, medis, dan ekonomi.Dengan pertimbangan ini, sangat diperlukan intervensi dini dalam perjalanan  penyakit diabetes tipe 2 dengan langkah-langkah yang ditargetkan untuk mengembalikan cacat  patofisiologi spesifik yang ada pada keadaan  prediabetes, yang pada akhirnya mengarah pada  perkembangan diabetes yang nyata. Pendekatan ini membutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi individu berisiko prediabetes yang akan menjadi diabetes tipe 2 di kemudian hari dan intervensi yang mengembalikan gangguan patogen yang  bertanggung jawab untuk diabetes tipe 2.

10

 Pada umumnya, kecurigaan bahwa seseorang termasuk prediabetes dilandasi oleh prediksi masa depan yang diperoleh secara pengamatan empiris. Misalnya, anak dari penderita DM tipe 2, obesitas sentral, dan lain lain. Untuk keperluan skrining,  para ahli menetapkan bahwa mereka yang berisiko tinggi menjadi diabetes tersebut, yang diprioritaskan untuk dilakukan proof untuk menentukan adanya prediabetes adalah yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga,  penyakit kardiovaskuler,

overweight 

 atau

stout

,

lifestyle

 yang berisiko (

sedentary

), bukan turunan kulit putih, pernah sebelumnya diketahui IGT atau IFG dan/atau sindroma metabolik, hipertensi, dislipidemia, riwayat diabetes gestasional, riwayat melahirkan anak >4kg,

 polycystic ovary syndrome

, mengkonsumsi terapi antipsikotik untuk skizofren.

11

Risiko diabetes tipe 2 meningkat sebanding dengan tingkat BMI.Risiko diabetes meningkat pada BMI sekitar 25 kg/m

2

. Dibandingkan dengan BMI perpendicular 22 kg/m2, risiko diabetes tipe 2 meningkat 2-8 kali lipat pada BMI 25, 1-40 kali lipat pada BMI >30 dan lebih dari 40 kali lipat pada BMI >35 tergantung pada usia, jenis kelamin, durasi dan distribusi dari adipositas dan etnis. Misalnya BMI 30-35 meningkatkan terjadinya diabetes tipe 2, >20 kali lipat pada wanita dan >10 kali lipat pada pria natural.

12

Dari faktor-faktor risiko yang diketahui

diabetogenik, kegagalan sel β dan resistensi insulin

memiliki nilai prediktif yang besar untuk terjadinya diabetes tipe 2.

10,13

 American Diabetes  Association

merekomendasikan bahwa individu yang memiliki risiko tinggi(berusia 45 tahun, terutama jikamereka memiliki indeks massa tubuh 25 kg/m

2

, ataumereka berusia <45 tahun jika mereka kelebihan berat badandan memiliki faktor risiko untuk diabetes) harus memeriksakan diri secara rutin di klinik selama 3tahun. US

Vegetable protein consists of not at all cholesterol and little or no saturated rich.

Both comments and pings are currently closed.